Tuesday, May 24, 2016


menstruasi cup

Di Afrika, satu dari 10 siswa perempuan tidak masuk sekolah karena menstruasi. Kurangnya produk kebersihan wanita dan fasilitas yang tidak memadai menjadi penyebab utama masalah ini.

Kemudian, menurut data yang dihimpun oleh Unicef (Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Anak-anak), banyak wanita Afrika yang tidak mampu membeli pembalut sehingga mereka terpaksa menggunakan kain jelek, koran, dan kayu sebagai penggantinya.

Untuk menanggulangi hal ini, Serithi Campaign, dibantu oleh pemerintah Afrika Selatan, membagikan menstrual cup gratis di daerah-daerah terbelakang agar siswa perempuan tidak perlu absen saat datang bulan.

Sejauh ini, Serithi Campaign telah berhasil mengumpulkan dana dan melaksanakan proyek ini di sekolah Tshegofatsong, Pretoria, Afrika Selatan. Mereka memberikan menstrual cup gratis kepada 88 siswa perempuan pada 7 Mei 2016.

Menurut situs web Serithi Campaign, alasan mereka memilih menstrual cup dibanding pembalut dan tampon yaitu karena lebih terjangkau dan berkelanjutan untuk jangka panjang.

Terbuat dari silikon, menstrual cup yang diproduksi oleh Mina Cup ini dapat dicuci kembali dan digunakan hingga 5 tahun atau 60 kali menstruasi.

Dia juga mampu menampung 3 kali lipat volume dibandingkan tampon biasa dan memberikan perlindungan 6 hingga 12 jam agar siswa perempuan dapat belajar dengan tenang di sekolah tanpa perlu menggantinya.

Selain pada Serithi Campaign, menstrual cup telah dibagikan di Kenya dan beberapa negara lainnya di Afrika untuk alasan yang sama.

Premis ini juga mendorong kota New York untuk memberikan tampon dan pembalut gratis ke 25 sekolah di Bronx dan Queens.

Councilwoman untuk New York, Julissa Ferreras-Copeland, mengatakan, “Tidak seharusnya wanita muda kehilangan waktu sekolah karena dia malu untuk meminta, tidak mampu membeli, atau sekadar tidak bisa mengakses produk kebersihan wanita.”

sumber KOmpas

Comments 0